--> Skip to main content

Download Kisi-Kisi USBN SD-MI Tahun 2018

Download Kisi-Kisi USBN SD-MI Tahun 2018 - Kondisi pendidikan di negara kita saat ini keberhasilan sebuah sekolah hanya diukur dengan hasil perolehan nilai Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah. Sehingga pemerintah masih saja kekeh menggunakan Ujian Nasional sebagai alat ukur kualitas pendidikan nasional. Ditengah gencarnya penolakan UN, mereka seolah tutup mata dan telinga bahkan terus saja melakukan trial and error. Segala macam cara dipikirkan untuk menghasilkan Ujian Nasional yang valid, versi pemerintah.


Download Kisi-Kisi USBN SD-MI Tahun 2018

Download Kisi-Kisi USBN SD-MI Tahun 2018




Download Kisi-Kisi USBN SD-MI Tahun 2018 - Kegigihan Pemerintah untuk melakukan Ujian Nasional yang valid terus dilakukan hingga melakukan beragam inovasi sistem USBN maupun UN. Mereka seolah tak pernah kehilangan akal membuat siswa dan guru senam jantung.
Baca juga: Kumpulan Soal-soal USBN SD/MI lengkap
Ada beberapa hal yang berbeda dari sistem Ujian Nasional tahun 2018 dibandingkan tahun 2017. Sebenarnya sistem baru ini bukan hal yang benar-benar fresh, kelihatannya saja baru tapi rasa lama. Di sini yang akan saya bahas khusus jenjang Sekolah Dasar. Perubahan paling jelas dari penyebutan Ujian Sekolah atau Madrasah (US/M) menjadi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). 

Download Disini : Download Kisi-Kisi USBN SD 2018 2006-2013 (Irisan)


Jika tahun-tahun sebelumnya, mata pelajaran yang dijujikan hanya 3 yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Tahun ini ada 8 mapel yakni Pendidikan Agama, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PPKn, PJOK, SBdP.

Perubahan banyaknya mata pelajaran ini tentunya  cukup membuat kaget setelah bertahun-tahun guru-guru dan siswa nyaman dengan 3 mapel. Sebetulnya pengujian 8 mapel ini bukan hal baru. Ketika kita masih menggunakan kurikulum 1994 dan suplemen 1999, mapel yang diujikan dalam UAS sebanyak itu. Terakhir UAS dengan 8 mapel tahun 2004 untuk SD.
Perubahan kisi-kisi

Perubahan banyaknya soal tentunya merubah kisi-kisi, ada 8 kisi-kisi mapel. Kisi-kisi untuk mapel Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia dalam USBN akan berbeda dengan US dimana perbedaannya mencapai 75%. Ada beberapa penambahan dan pengurangan materi yang diujikan dalam US.

Download disini : Download Buku Saku UN Tahun 2018


Dalam hal penyediaan kisi-kisi, pemerintah tidak menyediakan kisi-kisi untuk mapel SBdP dan PJOK sedangkan muatan lokal seperti Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris tidak dimasukkan dalam USBN.
Terdapat soal Uraian
Format soal pilihan ganda dan uraian sebenarnya wajah lama, UAS terakhir tahun 2004 untuk jenjang SD masih menggunakan dua format tersebut. Jadi kalau sekarang kembali ke format pilihan ganda-uraian, hanya kembali ke zaman dulu. Tidak perlu kaget, tapi sepertinya cukup kaget. Berikut ini rincian banyaknya soal setiap mata pelajaran:
Pendidikan Agama: 40 PG + 5 Uraian
PPKn: 40 PG + 5 Uraian
Bahasa Indonesia: 40 PG + 5 Uraian
Matematika: 35 PG + 5 Uraian
IPA: 35 PG + 5 Uraian
IPS: 40 PG + 5 Uraian
PJOK: 40 PG + 5 Uraian
SBdP: 40 PG + 5 Uraian

Download disini : Download Kisi-Kisi USBN SD 2018


Bagaimana, sudah siap dengan ujian tahun ini? Keberadaan SBdP dalam ujian tertulis cukup mencengangkan, mengingat selama ini SBdP dalam KTSP lebih banyak ke pembelajaran praktik.
Tingkat kesulitan soal
Demi kesempurnaan USBN, tingkat kesulitan soal dibedakan menjadi 3 level yaitu:
Level 1: Pengetahuan dan pemahaman
Level 2: Aplikasi
Level 3: Penalaran
Untuk perincian tingkat kesulitasn soal, tentunya bukan hal baru. 
Ujian Praktik
Pemerintah tidak membuat kisi-kisi untuk ujian praktik, semua ujian praktik diserahkan sepenuhnya oleh sekolah.
Penyiapan naskah

Terkait dengan penyiapan naskah ujian, untuk mapel Pendidikan Agama, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan PPKn, soal disusun oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota dan atau Kantor Kemenag Kab/Kota dengan melibatkan guru-guru di Satuan Pendidikan (75%) termasuk perakitan (100%).

Mapel SBdP dan PJOK disusun oleh KKG/KKM (100%) tingkat kecamatan. Sedangkan untuk mulok, soal disusun oleh Satuan Pendidikan atau KKG/KKM tingkat kecamatan. Perubahan kebijakan Ujian Sekolah tahun 2018 untuk kembali ke rasa lama patut di apresiasi sebab pemerintah mulai berpikir bahwa ujian yang dibuat secara nasional  kurang memenuhi hak dan kebutuhan peserta didik di berbagai daerah. Penambahan mata pelajaran yang diuji kan merupakan hal yang baik karena berarti mata pelajaran selain 3 mapel tidak dianaktirikan. Selama ini, pembelajaran di kelas 6 cenderung lebh menitikberartkan ke 3 mapel, sedangkan pelajaran lain kurang diperhatikan, baik oleh guru ataupun fokus siswa. Alhasil, pembelajaran di kelas 6 lebih ke UN result oriented. Hal serupa pun terjadi di tingkat lanjutan. Keberadaan soal uraian menjadi hal yang patut diapresiasi sebab kemungkinan "untung-untungan" menjawab soal semakin kecil sebab soal uraian membuat mereka benar-benar berpikir.

Dikembalikannya sistem pembuatan soal pada guru setempat berarti mengembalikan kepercayaan kepada guru bahwa merekalah yang memang memiliki hak untuk menguji dan menentukan kelulusan siswa.

Carut marut Ujian Nasional yang selama ini sangat sentralis dan dikendalikan oleh pusat memang menimbulkan banyak masalah, bahkan hal-hal teknis seperti kertas ujian tipis dan lain-lain. Penggandaan naskah ujian yang dilimpahkan wewenang nya kepada Dinas Kabupaten/Kota diharapkan mampu mengurangi permasalahan-permasalahan teknis selama ini.

Desentralisasi pelaksanaan USBN tahun ini menjadi angin segar untuk mengembalikan tempat hak dan kewajiban terkait pengujian terhadap siswa. Guru kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi tonggak utama pendidikan. Angin segar ini seharusnya tidak boleh dibuang begitu saja. Pemberian kewenangan pada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan guru harus dimanfaatkan dengan baik yaitu dengan menyelenggarakan sistem ujian yang adil dan berkualitas.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar